Lompat ke isi halaman
Indikator Kemiskinan dan Ketimpangan
Cerita Data · Kemiskinan dan Ketimpangan

Garis Kemiskinan

629.769 rupiah

Kabupaten Bangkalan · 2026

Ringkasnya

Garis Kemiskinan Kabupaten Bangkalan pada 2026 tercatat 629.769 rupiah. Angka ini naik 11,21% dari 2025.

Dalam 10 periode yang tersedia, dari 2017 sampai 2026, angkanya naik dari 349.073 menjadi 629.769 rupiah. Angka tertinggi 629.769 rupiah terjadi pada 2026, dan terendah 349.073 rupiah pada 2017.

Pada 2026, angka Bangkalan lebih tinggi dari Jawa Timur (609.732). Di antara 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, Bangkalan berada di urutan ke-12 bila diurutkan dari angka tertinggi, dan urutan ke-1 dari 4 kabupaten di Madura. Urutan ini menunjukkan besar angkanya, bukan penilaian baik atau buruk.

Kalimat di atas disusun otomatis dari angka yang dirilis BPS dan ikut berubah ketika angkanya diperbarui.

Lihat sebagai tabel
Periode Nilai (rupiah) Perubahan
2026 629.769 Naik 11,21%
2025 566.280 Naik 3,52%
2024 547.017 Naik 8,71%
2023 503.207 Naik 9,69%
2022 458.754 Naik 6,18%
2021 432.046 Naik 3,14%
2020 418.908 Naik 7,64%
2019 389.170 Naik 5,34%
2018 369.455 Naik 5,84%
2017 349.073 –

Dibanding wilayah lain

· 2026

Apa ini dan cara membacanya

Definisi: Nilai rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimun makanan yang setara dengan 2.100 kkal per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.

Konsep kemiskinan: Situasi saat seseorang tidak dapat atau tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum yang diperlukan untuk hidup layak dan bermartabat.

Cara membaca: Penduduk dengan pengeluaran per kapita sebulan di bawah angka ini digolongkan miskin. Kenaikan garis kemiskinan umumnya mengikuti kenaikan harga kebutuhan pokok, bukan tanda memburuknya kesejahteraan.

Metadata: Standar Data Statistik Nasional kode 33110013 (DNA BPS)

Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, tabel dinamis variabel 606

Bagikan cerita ini: WhatsApp

Masih di tema Kemiskinan dan Ketimpangan

Layanan ini menggunakan API Badan Pusat Statistik (BPS).

Halaman ini penyajian ulang angka yang sudah dirilis BPS, bukan publikasi resmi.